You need to enable javaScript to run this app.

Ubah Sampah jadi Kompos, Tim PKM Ika Irawati Sukses Gelar Pelatihan Metode Takakura di Waduwani

  • Rabu, 04 Agustus 2021
  • Humas TSB
  • 102 Views
Ubah Sampah jadi Kompos, Tim PKM Ika Irawati Sukses Gelar Pelatihan Metode Takakura di Waduwani
Gambar (Dok): Tim PKM Ika Irawati bersama masyarakat sasaran di lokasi kegiatan, 29 Juli 2021.

STKIPTSB.AC.ID | 04/08/2021 – Satu per satu tim yang lolos hibah internal STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis Bima) menunaikan tugas pengabdian maupun penelitiaanya. Kini tim yang diketua oleh Ika Irawati, M.Pd., sukses menggelar Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik menjadi Kompos dengan Metode Takakura di Desa Waduwani pada 29 Juli 2021.

 

“Adapun yang menjadi Mitra dalam kegiatan pengabdian ini yaitu ketua PKK dan perwakilan ibu rumah tangga dari Desa Waduwani. Selain itu, kami juga mengundang ketua PKK Desa Tente Naru, ketua PKK Desa Keli dan anggotanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Ika Irawati melalui rilis yang dikirimnya pada media ini, Senin (03/08/2021).

 

Kegiatan itu dinilainya sangat penting diadakan, karena didasari oleh kegiatan observasi yang dilakukannnya dan tim. Bahwa, masalah sampah yang ada di Tempat Pemrosesan Sampah (TPA) Desa Waduwani menimbulkan bau yang tidak sedap serta mencemari perairan/irigasi yang di sekitar. Hal tersebut dominan disebabkan oleh sampah organik/sampah dapur. Sehingga, lanjutnya, perlu adanya inovasi untuk meminimalisir volume sampah dengan diolah dan diproses menjadi kompos.

 

“Dengan metode Takakura, sampah organik bisa diolah dengan mudah menjadi kompos. Metode ini sangat cocok dipraktekkan oleh ibu-ibu rumah tangga karena tidak menimbulkan bau, dan alat bahannya pun mudah didapatkan,” jelasnya.

 

Disampaikan Ika Irawati, ketika sambutan kepala desa setempat (diwakili Abdul Haris), disampaikan bahwa kegiatan pengabdian itu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pihak desa sasaran mengaku sangat bersyukur dengan adanya pelatihan dan pengelolaan sampah menjadi kompos. Sehingga masyarakat, khususnya ibu rumah tangga lebih sadar dan paham akan pentingnya menjaga kebersihan. Dan, masyarakat bisa mengolah kembali sampah dapur/organik yang awalnya tidak ada nilainya mejadi kompos yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanaman bunga dan sayur.

 

“Program Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat yang ada di Desa Waduwani, Keli dan desa Tente Naru untuk meminimalisir jumlah/volume sampah yang ada di tiap rumah. Menggunakan metode Takakura, masyarakat bisa mengolah sampah sisa dapur dengan mudah. Sehingga menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman sayur dan bunga. Sampah yang awalnya tidak berguna dapat memiliki banyak manfaat bahkan memiliki nilai ekonomis,” ungkapnya.

 

Dijelaskannya, metode pengelolaan sampah dengan metode takakura dirasa menjadi metode yang cocok dilakukan untuk skala rumah tangga. Cukup efektif dalam megurangi jumlah sampah organik. Prinsip kerja dari metode itu, yaitu fermentasi dengan cara menguraikan sampah organic dengan bantuan bakteri aerob. Proses pengolahannya cukup mudah, tidak berbau, tidak memerlukan lahan yang luas dan kapasitasnya sesuai dengan volume sampah organik yang dibuang rumah tangga sehari-hari.

 

“Kompos yang dihasilkan berupa kompos padat yang langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga metode ini dapat memotivasi ibu-ibu untuk mengolah kembali sampah dapur mereka yang awalnnya hanya dibuang saja di tempat Sampah. Dan setelah mendapatkan pelatihan ini ibu-ibu bisa mengolah sampah dapur menjadi kompos yang sangat bermanfaat bagi tanaman dan bahkan bisa bernilai jual,” imbuh Ika Irawati.

 

Ketua STKIP Tamsis Bima yang diwakili Shutan Arisandi, M. Pd., menyampaikan bahwa pihaknya terus berkembang dan bermitra dengan pemerintah kota maupun kabupaten Bima dalam melakukan kegiatan pengabdian. Harapannya, mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara konsisten. Diharapkan dengan pelatihan sampah ini menjadi kompos dapat bermanfaat bagi masyarakat. (TSB05)

Bagikan artikel ini:
Dr. Ibnu Khaldun, M.Si.

- Ketua -

STKIP Taman Siswa Bima saat ini mengemban visi untuk "MENJADIKAN PERGURUAN TINGGI PENDIDIKAN BERADAB DENGAN KEUNGGULAN KEWIRAUSAHAAN PADA TAHUN 2025".…

Berlangganan
Banner