You need to enable javaScript to run this app.

15 Dosen & 19 Mahasiswa Kampus Merah Lolos Kampus Mengajar Angkatan 2

  • Senin, 02 Agustus 2021
  • Humas TSB
  • 352 Views
15 Dosen & 19 Mahasiswa Kampus Merah Lolos Kampus Mengajar Angkatan 2
Gambar (Ist): Waka I yang sekaligus Koodinator Kampus Mengajar STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd., bersama mahasiswa dan DPL Kampus Mengajar ketika berkoordinasi dengan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Senin (2/8/2021).

STKIPTSB.AC.ID | 02/08/2021 – Mahasiswa dan dosen STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis Bima) kembali mendapatkan kepercayaan dari Kemendikbud untuk andil pada program kampus mengajar angkatan 2. Kali ini ada 15 dosen yang lolos menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di program tersebut. Tugasnya tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

 

“Ke 15 dosen tersebut membimbing beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia dengan tempat mengajar di NTB. Misal, DLP dari STKIP Tamsis Bima membimbing mahasiswa dari Univ. Negeri Malang untuk kegiatan kampus mengajar di SDN yang ada di Dompu, Bima atau beberapa DPL dari kampus kami (STKIP Tamsis Bima, red) yang membimbing mahasiswa dari kampus lain yang tempat mengajarnya di Lombok Timur, Sumbawa, dll. Dalam hal kegiatan membimbing, DPL melakukan bimbingan bisa melalui Luring dan Daring,” papar Ketua STKIP Tamsis Bima via Waka Urusan Akademik, Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd., pada media ini di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

 

Sedangkan dari mahasiswa sekolah tinggi berjuluk Kampus Merahyang lolos diprogram itu sebayak 19 orang. Prodi yang mendapatkan kesempatan dalam program kampus mengajar ini adalah Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Perekrutan kampus mengajar ini dilakukan secara nasional yang dikuti oleh 349.777 mahasiswa.

 

“Beberapa desa dan sekolah sasaran program kampus mengajar yang diikuti oleh mahasiswa kami di antaranya di SDN Kamunti, SDN Teh, SDN Kanca, SD IT Ulul Albab, dan lain-lain. Kegiatan mereka mengajar di sekolah tersebut dilakukan selama 5 bulan yang dihitung sejak tanggal 2 Agustus,” ungkapnya.

 

Sebagai sarana koodinasi, Koordinator Kampus Mengajar dari STKIP Tamsis Bima, DPL, dan Mahasiswa bertemu dengan Kadis Dikbudpora tempat sekolah mereka mengajar. Pertemuan tersebut untuk menjelaskan kegiatan kampus mengajar, koordiansi antar koodinator kampus mengajar, DPL, dan mahasiswa terkait tugas dan aktivitas mahasiswa selama 5 bulan ke depan.

“Tujuan kedatangan mereka ke Dinas Dikbudpora adalah menyambung tugas dari Kemendikbud. Kemudian menyampaikan bahwa adik-adik dari beberapa kampus di Indonesia mengikuti program Kampus Mengajar Angkatan 2. Mereka nanti ditugaskan untuk belajar di sekolah dalam aktivitas mengajar, berkolaborasi dengan guru, belajar adminstrasi sekolah, mengembangkan perangkat pembelajaran, dan lainnya,” terang

 

Mengutip sambutan Kadis Dikbudpira Kab. Bima, Zunaidin, S.Sos., menyampaikan saat mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun masyarakat. Serta, memperhatikan protocol kesehatan, karena di Kabupaten Bima masih dalam PPKM dan sekolah masuk dengan jumlah siswa yang sedikit.

 

“Dalam sambutan lain, Kasi Kurikulum, Dr. Karyadin juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung kegiatan kampus mengajar itu. Dan, jika ada kendala di lapanngan, segera koordinasi dengan pihaknya di dinas. Hal lainya juga disampaikan oleh Dr. Juwadin yang mengharapkan ada laporan kegiatan ini, sehingga laporan tersebut bisa dijadikan referensi dalam mengembangkan program yang serupa di sekolah-sekolah yang ada di wilayah 3T di Kabupaten Bima,” kutip Syarifudin.

 

Ketua STKIP Tamsis Bima yang diwawancarai terpisah, menyampaikan terimakasih pada kementrian yang telah mendorong adanya program itu. Program tersebutr merupakan kolaborasi antara teori yang sudah mahasiswa belajar di kelas dengan pengalaman mereka di lapangan nanti.

 

“Kegiatan ini adalah bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang salah satunya Mengajar di satuan pendidikan. Dalam program MBKM ini, kampus harus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar Prodi dan kampus selama 3 semester. Pada kegiatan Kampus Mengajar ini akan diakui dan dikonversikan ke dalam 20 SKS oleh kampus sebagai bentuk pengakuan dan realisasi MBKM,” tanggapnya singkat. (TSB03)

Bagikan artikel ini:
Dr. Ibnu Khaldun, M.Si.

- Ketua -

STKIP Taman Siswa Bima saat ini mengemban visi untuk "MENJADIKAN PERGURUAN TINGGI PENDIDIKAN BERADAB DENGAN KEUNGGULAN KEWIRAUSAHAAN PADA TAHUN 2025".…

Berlangganan
Banner